Gizi Kerja
Tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja yang siap melakukan pekerjaan, antara lain mereka yang sudah bekerja, mereka yang sedang mencari pekerjaan, mereka yang bersekolah, dan mereka yang mengurus rumah tangga. (MT Rionga & Yoga Firdaus, 2007:2).
Sedangkan menurut pendapat Sumitro Djojohadikusumo (1987) mengenai arti tenaga kerja adalah semua orang yang bersedia dan sanggup bekerja, termasuk mereka yang menganggur meskipun bersedia dan sanggup bekerja dan mereka yang menganggur terpaksa akibat tidak ada kesempatan kerja.
Pengertian
- Gizi adalah kesehatan seseorang yang dihubungkan dengan makanan yang dikonsumsinya sehari-hari
- Makanan adalah semua bahan yang dapat dimakan oleh manusia baik dalm bentuk alamiah maupun bentuk buatan atau olahan, kecuali obat-obatan.
- Kerja adalah gerak daripada badan dan pikiran sesorang untuk menghasilkan barang atau jasa guna memelihara kelangsungan hidup dan memuaskan kebutuhan.
- Gizi kerja adalah penyediaan dan pemberian masukan zat gizi kepada tenaga kerja sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan selama berada di tempat kerja guna mendapatkan tingkat kebutuhan dan produktivitas kerja setinggi-tingginya.
- Penyelenggaraan makanan adalah rangkaian kegiatan yang meliputi penyusunan anggaran belanja makanan, perencanaan menu, pengadaan atau pembuatan bahan makanan, penerimaan dan penyimpanan bahan makanan, persiapan dan pemasakan makanan, penilaian, pengemasan, distribusi atau penyajian makanan di tempat kerja.
Spesifikasi zat gizi
- Hidrat arang (Karbohidrat : Sumber tenaga utama
- Lemak : sumber tenaga dan pelarut vitamin
- Protein : sumber tenaga dan zat pembangun
- Asam amino non essensiel (dapat dibentuk tubuh)
- Vitamin : Pengatur
- Vitamin larut dalam air (B, C)
- Vitaminlarut dalam lemak (A,D,E,K)
- Vitaminlarut dalam lemak (A,D,E,K)
- Mineral dan air: Pengatur
Kebutuhan zat gizi
- Ukuran tubuh (tinggi, berat)
- Usia
- Jenis kelamin
- Kondisi tubuh
- Iklim dan kondisi lingkungan
- Tingkat aktivitas
Penyelenggaraan Makanan di tempat kerja
MASALAH GIZI KERJA :
- Kurangnya perhatian pengusaha dan pekerja
- Diberikannya uang makan tanpa menyediakan makanan
- Bagaimana cara menyediakan makanan
- Berapa yang harus diberikan
- Apa dan kapan makanan diberikan
- Keracunan makanan
KEUNTUNGAN MEMBERIKAN MAKANAN DI TEMPAT KERJA :
- Meningkatkan dan mempertahankan kemampuan kerja
- Meningkatkan produktivitas
- Meningkatkan derajat kesehatan
- Menurunkan absensi
- Terciptanya hubungan timbal balik pengusaha dan pekerja maupun antar pekerja
- Suasana kerja menyenangkan dan meningkatkan motivasi dan gairah kerja
- Mengatasi kelelahan dan persiapan tenaga untuk kerja kembali
KEBUTUHAN KALORI UNTUK TINGKAT AKTIVITAS YANG DILAKUKAN :
- Usia 25 tahun
- BB Laki-laki 55 Kg dan Wanita 47 kg
- Suhu lingkungan kerja 250 C
Tingkat aktivitas Laki-laki Wanita
(55 kg) (47 kg)
Kerja ringan 2.400 Cal 1.900 Cal
Kerja sedang 3.800 Cal 2.200 Cal
Kerja Berat 3.900 Cal 3.100 Cal
- Penyelenggaraan makanan (Cara: perusahaan sendiri, kerjasama dengan perusahaan lain, perusahaan jasa boga)
- Petugas penyelenggara (bebas penyakit, dikursus, tidak ada kebiasaan buruk, disiplin)
- Sistem pelayanan (Kafetaria, kantin, dibagikan di tempat kerja)
- Susunan menu ( bervariasi, gizi seimbang, cukup kalori)
- Dapur dan R. makan (dapur tak jauh dengan R. Makan, kondisi dapur memenuhi syarat).
- Higiene sanitasi pembelian, penyimpanan, pengolahan, pengangkutan, pembagian, konsumsi/makan)
1. Arus Kerja :
- Penerimaan bahan
- Penyimpanan bahan
- Pemasakan
- Penghidangan
- Pembersihan
- Pembuangan sampah
- Perusahaan sendiri
- Kerjasama dengan perusahaan lain
- Perusahaan jasa boga dengan sistem borongan
3. Sistem Pelayanan :
- Sistem Kafetaria (porsi diatur)
- Sistem catu (lauk pauk diporsikan, nasi dan sayur ambil sendiri)
- Sistem prasmanan (ambil sesuai kebutuhan dan selera)
- Sistem kotak (untuk kerja di lapangan)
4. Susunan menu dan nilai gizi :
- Menu bervariasi
- Kandungan gizi seimbang
- Menarik dan rasa enak dan sesuai
- Dapat mencukupi kebutuhan kalori dengan porsi yang dapat dihabiskan
- Bahan makanan yang biasa dimakan
5. Dapur dan ruang makan :
- Letak dapur (tidak jauh ruang makan, tdk berhub. langsung dg tempat Kerja)
- Fasilitas dan ruang makan cukup
- Keadaan/kondisi dapur dan ruang makan (mudah dibersihkan, penerangan cukup, ventilasi, lantai tidak licin, tidak panas, bau, ruangan cukup, bebas serangga)
6. Higiene dan sanitasi :
- Bahan makanan dan lingkungan (sumber, keadaan, cara mengangkut/mengepak)
- Tenaga penjamah (sertifikat sehat, pemeriksaan kes. Berkala, kebiasaan menjaga higiene peroarangan)
- Pemasakan/pengolahan (peralatan, sarung tangan, pakaian kerja)
- Distribusi (wadah bersih dan tertutup, alat pemanas)
- Transportasi (alat angkut bersih)
- Menyimpan (rapi dan terjaga kebersihannya)
- Konsumsi (cuci tangan, cuci muka & kumur-kumur) pakaian bebas debu)
Pembinaan dan Pengawasan
a. Tujuan :
Menciptakan kontinuitas terhadap
- Pelaksanaan norma & peraturan perundangan
- Pelaksanaan usaha perbaikan & peningkatan gizi tenaga kerja
- Evaluasi keadaan gizi tenaga kerja
- Pengawas
- Dokter perusahaan dan tenaga yang ditunjuk
Pembinaan dan pengawasan rutin
- Besar porsi, nilai gizi, kebersihan
- Petugas pengelola (kebiasaan buruk)
- Tempat dan alat Pembinaan dan pengawasan berkala
- Semua yang dilakukan dalam pengawasan rutin
- Evaluasi perobahan makanan, keadaan kesehatan dan gizi TK
Pengawas Ketenagakerjaan
- Pengawas thd. Pengusaha/penyelenggara makanan (melakukan pengawasan, memberikan rekomendasi, memberikan sangsi)
- Pengawas thd TK (melakukan pembinaan yang diperlukan) Tenaga Kerja
- TK thd. Pengawas (menyampaikan keluhan)
- Tk thd. Pengusaha/penyelenggara (mengajukan usul perbaikan)
- Pengusaha thd Pengawas (memberikan laporan dan keterangan, Kerjasama pemb. Gizi TK)
- Pengusaha thd. TK (mendengarkan usulan TK)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar